Wednesday, March 22, 2017

When Your Mom Tagged You on Facebook

Hey Blog, ketemu lagi ya. Akhir-akhir ini sindrom semasa mahasiswi dulu kembali menghampiri, yaitu insomnia. Mungkin karna gue balik lagi jadi mahasiswi kali ya :')

Di postingan kali ini sebenernya gue mau ngebahas tentang pentingnya social media untuk bisnis sih. Saking hampir semua orang di dunia punya, ya itu emak gue aja punya dan kadang ngetag gue :D Kalo soal respon, bila dibandingkan nyokap upload fotonya dan gue upload foto gue, yang ngelike pasti banyakan foto nyokap (sedih ye gue). Ini juga alarm buat lo lo pada yang suka posting sembarangan di sosmed sih, mungkin lo ga nyadar kalo di sosmed ternyata nyokap, bokap, atau bahkan nenek lo sekalipun ngefollow akun lo pake fake account *horor juga kalo kejadian*

Ok daripada tambah ngawur marilah kita kembali ke topik. Dilansir dari Okezone Techno, jumlah pengguna aktif bulanan Facebook sekitar 1,86 miliar. Sedangkan instagram memiliki jumlah pengguna aktif bulanan sekitar 600 juta. Hmm emang sih si instagram sejak ada fitur stories dan live jadi makin rame. Apalagi gue yang suka nonton live penyanyi favorit gue. Pokoknya pantang tidur sebelum diucapin selamat tidur sama si penyanyi idola. :')

1,86 miliar dan 600 juta itu kalo berbentuk duit maka kita akan tajir apalagi itu orang. Bayangin aja jika beberapa persen dari orang-orang itu adalah target market kita. Bayangkan lah. Bayangkan lahhhhh. *backsound lagu Padi*

Siapa sih yang sampe sekarang ga punya sosmed? Antara path, twitter, FB, snapchat, youtube, dan lain-lain itu pasti punya lah. Apalagi yang jomblo kan pasti punya tinder, twoo, badoo *pengalaman ya Var?* Beberapa messenger bahkan ada yang hampir kayak sosmed juga. Let say kayak LINE. Bahkan si LINE ini udah ngarah ke smart portal. Lo mo cari CInta sama Rangga AADC, nyari yang jual barang-barang buat eksis, diskonan, nyari berita serius atau soft news pun ada, bahkan nyari kerja pun ada di sana.

Sebenarnya, apa sih social media itu? Menurut yang gue dapet dari kuliahnya Pak Rino tanggal 21 Maret 2017, social media is a tool used of technologies EFFECTIVELY to reach out and connect with humans, create a relationship, build trust, and be there when the people in those relationship are ready to purchase out product offering. Jadi sosmed dinilai sebagai pemanfaatan teknologi yang bisa membangun hubungan dan kepercayaan sampe tu orang-orang mau beli produk. Nah satu hal yang perlu dipahami adalah sosmed ini bersifat bringing personality to the business. Maksudnya gini, misal gue kerja jadi CS atau seller di PT X, maka tiap postingan gue di akun PT X akan dinilai sebagai kata-katanya PT X. Jadi yang dinilai PT X nya, bukan gue. That's why sih kalo punya akun official, maintain sosmed nya harus bagus. Jangan ngehire orang-orang asbun gitu.

Selain membawa personality ke bisnis, sosmed juga mempunyai tujuan untuk membangun reputasi, sebagai online customer service, promosi, dan membangun awareness. Banyak banget kan social movement yang dimulai dari sosmed yang akhirnya berdampak WOW. Contohnya Koin Untuk P, Penggalangan Dana buat Bencana, Aksi Matikan Lampu , Aksi #StopTanyaKapanKawin *yang terakhir emang ada social movement nya? wkwkwk*

Ya pokoknya gitu lah ya. Dengan adanya sosmed ini, otomatis perusahaan/brand punya komunikasi 2 arah sama customernya. Jadi kalo customer protes, jangan langsung diblock ya kakak :') Coba pake cara lain dengan ajak liburan ke luar negeri gitu kak :P

Beberapa temen entrepreneur gue banyak yang berhasil juga gara-gara pemanfaatan medsos ini. Bahkan emak gue aja jualan sprei online *anak CIpadu detected*. Asal bener maintainnya aja :)

Sekian dulu postingan gue. See you on the next post

No comments:

Post a Comment